Langsung ke konten utama

HANYA DISAMAKAN

Coba pahami kembali.. 

Aku saat ini sedang duduk disebuah kursi. 
Pun, Dia yang didepanku sedang duduk disebuah kursi. 
Dan Kau yang disampingku, tengah terduduk disebuah kursi. 

Kita terdiam saling memperhatikan. 

Begini kata ku, 
Kita itu tak sama.
Kita hanya disamakan. 

Latar belakang dari setiap diri sudah ditentukan, 
Bagaimana goresan tinta dimulai, akhirnyapun sudah dapat dinilai

Coba pahami kembali..

Ingat lagi, 
Dimana kamu menangis untuk pertama kali?

Diteras rumahmu, saat kue mu jatuh ke arah kaki? 
Atau digerbang sekolah karna kamu patah hati untuk yang pertama kali?   

Pikirku, 
Kita menangis pertamakali di dunia yang sama. 
Dunia yang seperti ini,
Yang masih banyak tanda tanya.. 

Kita menangis untuk pertama kali di dunia yang sama. 
Tapi, kita tetap tak sama.
Kita hanya disamakan.

Lantas, tanyaku begini, 
Kapan kamu menangis untuk terakhir kali?
Kemarin, saat kamu kesal karna seseorang tak menepati janji?
2 hari yang lalu, saat kamu mendapatkan penilaian soal dirimu?
Atau tahun lalu saat kamu tak bisa pulang saat tahun baru?

Bukan, bukan itu maksudku.. 
Coba pahami kembali.. 

Pandangku,
Tak ada waktu untuk berduka dan berurai air mata.
Apa lagi untuk terakhir kalinya..

Saat kita tiada, 
Tangis kita di dunia tak akan lagi sama
Mungkin akan lebih lama dari biasanya.. 
Pun bisa jadi, lebih pedih dari sebelumnya.. 

Saat kita tiada, 
Itu adalah awal bagi mereka untuk berduka.
Bahkan beberapa dari mereka terselip bersuka cita.
Saat kita tiada,   
Itu adalah awal bagi mereka untuk mengenang kita.
Dan itu adalah awal bagi diri melanjutkan hidup yang abadi.

Sekali lagi, 
Pahami ini.. 

Kita tidak sama dalam memberikan arti soal diri, 
Kita berbeda dalam tindakan nyata.. 
Dan itu bergantung disaat yang sama.. 
Disaat kita nyata, seperti hari ini. 

Entah kata yang mana, disikap yang mana dan diam yang mana 
Yang akan menentukan arti diri bagi mereka yang berinteraksi dengan kita di dunia ini.. 

Iya, betul.. 
Akhirnya kamu pahami ini, 
Kita tak sama.
Kita duduk dikursi yang berbeda. 
Kita tak sama. 
Kita hanya disamakan karena tengan duduk ditempat yang kita punya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HBD #YAA

Photo sama kue yang sebenernya buat Teh Thiara hehehe  Iseng nunggu yang lagi ulang tahun, trus photo ala-ala...  Makanya lilinnya gak nyala... Photonya aku jadiin cover ditulisan ini aja yaa ^^  ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jadi ini dia:  Halo! 20 ^^  Aku ucapkan: Terimakasih, yaa... Sampai di usiaku yang ke-20,  Masih diberi kesempatan untuk terus semangat mencari tahu tentang dunia dan segala ceritanya.  Sampai di usiaku yang ke-20,  Masih ditemani dan diberi berbagai macam ilmu dengan segala cara agung-Nya. Sampai di usiaku yang ke-20,  Masih diperbolehkan untuk selalu meminta dan memuja kepada-Nya. Lalu, ada maaf dari ku...  Diusiaku yang ke-20,  Masih tak sungguh-sungguh dalam berusaha.  Masih saja biasa dengan semua kebiasaanku yang sudah ada. Diusiaku yang ke-20,  Masih tak lelah untuk meminta dan berharap ini dan ...

TENANG LAH

Dalam senyum, Aku... Menimbun apa yang seharusnya tertimbun. Menutup sesuatu yang sulit ditutup. Menghibur diri dalam tipu yang dibuat sendiri. Dalam senyum, Aku tetap... Berdiri tegap dikelilingi anjing yang tersenyum mengintai setiap gerak. Dalam senyum, Aku terus...  Berusaha melihat dalam setiap sempat. Dalam senyum, Aku mencoba... Mencari suara tawa dalam isak air mata dan riuhnya isi kepala. Dalam senyum, Aku berusaha...  Melangkahkan kaki ketika harus kembali. Dalam senyum, Aku berhitung... Lalu menghitung, berapa lama harus menunggu rela dalam relung.  Dalam senyum, Aku berharap...  Melihat pelangi berwaran merah dan jingga, dengan bias putih saat menatapnya lama. Dalam senyum, Dibawah hujan... Aku mendapati hangatnya air yang jatuh mengalir.  Melayangkan senyum... Mematri tegar sementara...  Disetiap kata... Untuk setiap mata... Tidak apa apa... Tenang saja.  :)