Langsung ke konten utama

HBD #YAA



Photo sama kue yang sebenernya buat Teh Thiara hehehe 
Iseng nunggu yang lagi ulang tahun, trus photo ala-ala... 
Makanya lilinnya gak nyala...
Photonya aku jadiin cover ditulisan ini aja yaa ^^ 
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi ini dia: 
Halo! 20 ^^ 

Aku ucapkan: Terimakasih, yaa...

Sampai di usiaku yang ke-20, 
Masih diberi kesempatan untuk terus semangat mencari tahu tentang dunia dan segala ceritanya. 
Sampai di usiaku yang ke-20, 
Masih ditemani dan diberi berbagai macam ilmu dengan segala cara agung-Nya.
Sampai di usiaku yang ke-20, 
Masih diperbolehkan untuk selalu meminta dan memuja kepada-Nya.

Lalu, ada maaf dari ku... 

Diusiaku yang ke-20, 
Masih tak sungguh-sungguh dalam berusaha. 
Masih saja biasa dengan semua kebiasaanku yang sudah ada.
Diusiaku yang ke-20, 
Masih tak lelah untuk meminta dan berharap ini dan itu menjadi nyata. 
Diusiaku yang ke-20, 
Masih belum terbiasa mengurangi hal sia-sia. 

Dan lagi, bukankah sangat pantas untuk merasa syukur adanya. 
Syukurlah... 

Saat usiaku yang ke-20, 
Tegur sapa dengan mereka masih bisa aku kejar tanpa kecewa. 
Dan jabat tangan disetiap perkenalan masih bisa aku lakukan. 
Saat usiaku yang ke-20, 
Selain semua panca indra, mereka yang terikat dengan darah masih bersamaku dengan lengkap.
Walau beberapa yang terikat sebab akrab sudah lebih dulu kembali menghadap. 
Saat usiaku yang ke-20, 
Doa ku masih dengan pola yang sama, 
Memohon ampun dan meminta semuanya baik adanya. 
Memejamkan mata, menengadahkan kedua tangan, seraya meminta. 
Segala baik adanya, berbagi dengan dunia. 
Kesehatan berulang lebih perkasa, kemudahan menyertai dengan semoga. 
Dan tawa lebih terdengar tulus, bahkan ketika duka bertamu sedikit agak lama. 
Setidaknya senyumku harus lebih mampu terpampang lebih lama juga.  
Begitulah harap dan rencana yang aku buat di usia muda. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HANYA DISAMAKAN

Coba pahami kembali..  Aku saat ini sedang duduk disebuah kursi.  Pun, Dia yang didepanku sedang duduk disebuah kursi.  Dan Kau yang disampingku, tengah terduduk disebuah kursi.  Kita terdiam saling memperhatikan.  Begini kata ku,  Kita itu tak sama. Kita hanya disamakan.  Latar belakang dari setiap diri sudah ditentukan,  Bagaimana goresan tinta dimulai, akhirnyapun sudah dapat dinilai Coba pahami kembali.. Ingat lagi,  Dimana kamu menangis untuk pertama kali? Diteras rumahmu, saat kue mu jatuh ke arah kaki?  Atau digerbang sekolah karna kamu patah hati untuk yang pertama kali?    Pikirku,  Kita menangis pertamakali di dunia yang sama.  Dunia yang seperti ini, Yang masih banyak tanda tanya..  Kita menangis untuk pertama kali di dunia yang sama.  Tapi, kita tetap tak sama. Kita hanya disamakan. Lantas, tanyaku begini,  Kapan kamu menangis untuk terakhir kali? Kemarin, saat kamu kesal karna se...

TENANG LAH

Dalam senyum, Aku... Menimbun apa yang seharusnya tertimbun. Menutup sesuatu yang sulit ditutup. Menghibur diri dalam tipu yang dibuat sendiri. Dalam senyum, Aku tetap... Berdiri tegap dikelilingi anjing yang tersenyum mengintai setiap gerak. Dalam senyum, Aku terus...  Berusaha melihat dalam setiap sempat. Dalam senyum, Aku mencoba... Mencari suara tawa dalam isak air mata dan riuhnya isi kepala. Dalam senyum, Aku berusaha...  Melangkahkan kaki ketika harus kembali. Dalam senyum, Aku berhitung... Lalu menghitung, berapa lama harus menunggu rela dalam relung.  Dalam senyum, Aku berharap...  Melihat pelangi berwaran merah dan jingga, dengan bias putih saat menatapnya lama. Dalam senyum, Dibawah hujan... Aku mendapati hangatnya air yang jatuh mengalir.  Melayangkan senyum... Mematri tegar sementara...  Disetiap kata... Untuk setiap mata... Tidak apa apa... Tenang saja.  :)